Kamis, 27 Juli 2017

Menulis Laporan Hasil Observasi

Definisi/Pengertian Teks Laporan Hasil Observasi
Observasi: Pengamatan 
Teks Laporan Hasil Observasi (LHO) adalah teks yang menjelaskan informasi mengenai sesuatu, baik itu hewan, tumbuhan, alam, fenomena sosial, hasil karya manusia, dan/atau fenomena alam sesuai fakta dengan klasifikasi kelas dan subkelas yang ada di dalamnya berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan. 
Singkatnya, teks LHO adalah sebuah teks yang akan memaparkan hasil observasi secara sistematik dan objektif berdasarkan kenyataan/fakta yang ada. Teks jenis ini juga mendeskripsikan mengenai bentuk, ciri, dan/atau sifat umum suatu objek. Objek tersebut dapat berupa manusia, benda, hewan, tumbuhan, atau berbagai peristiwa yang terjadi di dunia ini.

Apa Tujuan Teks Laporan Hasil Observasi?
Tujuan teks LHO adalah untuk menyampaikan informasi tentang klasifikasi mengenai jenis-jenis sesuatu secara apa adanya sesuai kriteria tertentu sebagai hasil pengamatan (secara sistematis dan objektif) serta untuk memecahkan suatu persoalan berupa hipotesis hasil pengamatan. Adapun tujuan lainnya yaitu:
  1. Untuk mengatasi suatu persoalan. 
  2. Untuk menemukan teknik atau cara terbaru. 
  3. Untuk mengambil keputusan yang lebih efektif. 
  4. Untuk melakukan pengawasan dan/atau perbaikan. 
  5. Untuk mengetahui perkembangan suatu permasalahan. 
Apa Fungsi dari Teks Laporan Hasil Observasi? 
  1. Melaporkan tanggung jawab sebuah tugas dan kegiatan pengamatan. 
  2. Sebagai sumber informasi terpercaya. 
  3. Menjelaskan dasar penyusunan kebijaksanaan, keputusan dan/atau pemecahan masalah dalam pengamatan. 
  4. Sarana untuk pendokumentasian.
Apa Bedanya Antara Teks Laporan Hasil Observasi dengan Teks Deskripsi?
Keduanya memang sama-sama menyampaikan informasi sesuai fakta, tapi letak perbedaannya ada pada sifatnya yaitu:
  • Teks Laporan Hasil Observasi: bersifat universal yang di dalamnya ada klasifikasi dan fakta deskripsi. 
  • Teks Deskripsi: bersifat unik dan individual yang di dalamnya ada deskripsi spesifik. 
Struktur Teks Laporan Hasil Observasi dan Penjelasannya
  1. Pernyataan Umum/Klasifikasi Berisi tentang informasi/pengertian mengenai sesuatu yang dibahas atau hasil pengamatan yang telah dilakukan. Bagian ini dapat diartikan juga sebagai pembuka karangan secara umum dengan menjelaskan penggolongan/klasifikasi tentang objek yang hendak dilaporkan, seperti: benda, tumbuhan, lingkungan, organisme, hewan, fenomena sosial, fenomena alam, dan lain sebagainya. Pada bagian ini objek akan diklasifikasi berdasarkan atas persamaan dan/atau perbedaannya. Kemudian kriteria tersebut digunakan untuk membedakan kelas, subkelas dan rincian yang lebih mendetail lagi. 
  2. Paragraf yang terdiri dari anggota/aspek yang dilaporkan. Pada bagian ini, berisi penjelasan secara rinci mengenai informasi yang akan disampaikan berdasarkan hasil pengamatan. Pada bagian ini, akan diuraikan klasifikasi atau penggolongan secara runtut dari kelas yang besar hingga menjadi kelas yang kecil (subkelas). Misalnya penggolongan diikuti rincian dari aspek perilaku, genetik, lingkungan, fungsi, peran, fisik, atau kepribadiannya. 
Ciri-ciri Teks Laporan Hasil Observasi
  1. Ditulis secara lengkap dan sempurna. 
  2. Bersifat objektif, global dan/atau universal. 
  3. Objek yang akan dibicarakan/dibahas adalah objek tunggal. 
  4. Ditulis berdasarkan fakta sesuai dengan pengamatan yang telah dilakukan. 
  5. Informasi teks merupakan hasil penelitian terkini yang sudah terbukti kebenarannya. 
  6. Tidak mengandung prasangka/dugaan/pemihakan yang menyimpang atau tidak tepat. 
  7. Saling berkaitan dengan hubungan berjenjang antara kelas dan subkelas yang terdapat di dalamnya. 
  8. Tidak adanya bagian penutup dari penulis. 
  9. Penulis hanya melaporkan apa yang dilihat dan diketahuinya berdasarkan hasil analisis serta observasinya. 
  10. Menitikberatkan pada pengelompokkan segala sesuatu ke dalam jenis-jenis dengan ciri atau keadaannya secara umum. 
  11. Disajikan secara menarik, baik dalam hal kata, bahasa jelas, isinya berbobot maupun susunannya logis. 
  12. Teks Laporan Hasil Observasi menggambarkan sesuatu secara umum dan sesuai fakta, tanpa adanya opini penulis. 
  13. Teks deskripsi menggambarkan secara khusus (unik dan individual) dan menggunakan sudut pandang penulis. 
Ciri/Kaidah Kebahasaan Teks Laporan Hasil Observasi
  1. Menggunakan frasa nomina yang diikuti penjenis dan pendeskripsi. 
  2. Menggunakan verba relasional, seperti : ialah, merupakan, adalah, yaitu, digolongkan, termasuk, meliputi, terdiri atas, disebut, dan lain-lain (digunakan untuk menyatakan definisi pada istilah teknis atau istilah yang digunakan secara khusus pada bidang tertentu). 
  3. Menggunakan verba aktif alam untuk menjelaskan perilaku, seperti : bertelur, membuat, hidup, makan, tidur, dan sebagainya. 
  4. Menggunakan kata penghubung yang menyatakan : Tambahan: dan, serta Perbedaan: berbeda dengan Persamaan: sebagaimana, seperti halnya, demikian halnya, hal demikian, sebagai, hal yang sama Pertentangan: sedangkan, tetapi, namun, melainkan, sementara itu, padahal berbanding terbalik Pilihan: atau 
  5. Menggunakan paragraf dengan kalimat utama untuk menyusun informasi utama, diikuti rincian aspek yang hendak dilaporkan dalam beberapa paragraf. 
  6. Menggunakan kata keilmuwan atau teknis, seperti : herbivora, degeneratif, osteoporosis, mutualisme, parasitisme, pembuluh vena, leukimia, syndrom, phobia, dan lain-lain. 
Sifat Teks Laporan Hasil Observasi
  • Bersifat Informatif. 
  • Bersifat Komunikatif. 
  • Bersifat Objektif. 
Syarat/Kriteria Teks Laporan Hasil Observasi yang Ideal, Baik, dan Benar
  1. Memiliki susunan struktur teks yang urut dan lengkap. 
  2. Dalam struktur teks tidak memiliki kesimpulan/penutup. 
  3. Di dalam teks tidak ada opini dari penulis. 
  4. Teks menjelaskan sebuah informasi yang benar adanya (sesuai fakta). 
Langkah Memproduksi/Menyusun Teks Laporan Hasil Observasi
  1. Membuat judul laporan sesuai dengan pengamatan yang telah dilakukan. 
  2. Membuat kerangka teks dengan menitikberatkan pembuatan gagasan utama sesuai dengan hasil pengamatan. 
  3. Menyusun teks berdasarkan gagasan utama yang telah dibuat, diawali dengan paragraf pernyataan umum lalu ke bagian isi (anggota/aspek yang dilaporkan). Jadi, setelah membuat klasifikasi secara umum, langkah selanjutnya adalah menjabarkan klasifikasi tersebut berdasarkan hasil pengamatan (jika belum maksud, sobat bisa lihat contoh teks LHO di bawah). 
  4. Meneliti kembali hasil penulisan teks, jika terdapat kalimat janggal atau terdapat kesalahan penulisan, segera perbaiki kembali.
Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Lingkungan 1
SMPN 28 Bandar Lampung
Peryataan Umum
SMPN 28 Bandar Lampung merupakan sekolah menengah yang terletak di jalan Bukit Kemiling Permai kelurahan Kemiling Permai kecamatan Kemiling kelurahan Kemiling Permai Bandar Lampung. Dalam area lingkungan SMPN 28 Bandar lampung terdiri dari 2 jenis lingkungan. Diantaranya yakni lingkungan hidup / benda hidup (biotik) dan lingkungan tidak hidup / benda mati (abiotik). Lingkungan benda hidup terdiri dari tanaman-tanaman hias dan pohon-pohon besar. Sedangkan lingkungan benda mati terdiri atas peralatan belajar, gedung sekolah, dan property sekolah.
Anggota / Aspek yang Dilaporkan
Lingkungan benda hidup mulai dari halaman depan sekolah dan taman-taman kecil di depan kelas ditumbuhi dengan rumput hijau serta tanaman-tanaman hias. Tanaman hias juga terdapat di ruang guru, ruang kepala sekolah, dan ruang-ruang kelas siswa.Tanaman hias di lingkungan SMPN 28 Bandar Lampung beragam jenisnya diantaranya yakni bunga mawar, bunga anggrek, bunga lily, bunga Bougenville, bunga Asoka, bunga Kembang sepatu, bunga kemuning, bunga kenanga, bunga Alamanda, dan bunga amarilis.
Dari jenis pepohonan yang ada di lingkungan SMPN 28 Bandar Lampung diantaranya yakni pohon mangga, pohon bambu jepang berukuran kecil, bambu kuning, beringin, beringin karet, beringin putih, pohon cemara, pohon asam jawa, dan pohon jeruk. Di halaman belakang ruang kelas terdapat sisa pekarangan kecil yang dimanfaatkan untuk menanam beberapa tumbuhan perkebunan seperti pohon singkong dan jagung. Selain digunakan untuk keperluan praktikum Biologi, hasilnya juga bisa dikonsumsi bersama-sama pada saat kegiatan eskul seperti pramuka dan lain-lain. Di sebelah kebun terdapat kolam kecil berisikan ikan mas dan gurame. Ada juga kandang kecil tempat memelihara kelinci dan marmut. Berikutnya lingkungan benda mati berupa gedung sekolah yang terdiri dari ruang guru, ruang Tata Usaha, ruang kelas siswa, perpustakaan,mushala, ruang UKS, koperasi, gedung serba guna, gudang, dan kamar mardi. Selanjutnya peralatan sekolah seperti meja, kusi, papan tulis, lemari buku, penggaris besar, globe, layar LCD proyektor, dan lain-lain.
Berikutnya ada juga peralatan olah raga seperti bola basket, bola tenis, bola voli, jaring voli, jaring bulu tangkis, jaring tenis meja, dan jaring tenis bola. Lapangan terdiri dari lapangan upacara, lapangan voli, lapangan basket, dan lapangan tenis. Ada juga kolam renang kecil untuk praktek berenang.
Demikian hasil laporan observasi tentang lingkungan SMPN 28 Bandar Lampung berkenaan dengan jenis lingkungan yang ada di sekolah berupa lingkungan benda hidup dan lingkungan benda mati. Keduanya merupakan kesatuan yang menjadikan sekolah kami asri dan harmoni. Agar keduanya tetap terjaga dan dapat dirasakan kebermanfaatannya perlu adanya keseriusan dan kesadaran untuk bersama-sama menjaga dan merawatnya.

Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Lingkungan 2
Jenis-jenis Minuman
Peryataan Umum
Minuman adalah segala sesuatu yang dapat di konsumsi dan dapat menghilangkan rasa haus, biasanya berbentuk cair. Minuman dapat dibedakan berdasarkan khasiatnya sebagai obat atau tidak, penggunaan pewarna, dan produksi yang menghasilkan minuman tersebut.
Anggota / Aspek yang Dilaporkan
Minuman ada yang berkhasiat bagi tubuh, ada juga yang hanya sebagai penghilang rasa haus. Minuman yang berkhasiat bagi tubuh dapat dibuat sendiri, bisa dibuat dari sayuran dan buah – buahan yang di blender dan menghasilkan jus. Jus banyak mengandung vitamin dan serat yang baik untuk kesehatan, dan bermanfaat bagi daya tahan tubuh. Minuman yang hanya menghilangkan rasa haus juga banyak beredar, seperti air putih dalam kemasan yang diminum dalam keadaan haus atau minuman kemasan yang tidak mengandung vitamin dan serat.
Minuman banyak warnanya, pewarna yang digunakan ada yang alami ada juga yang buatan. Pewarna alami adalah pewarna yang mengandalkan bahan – bahan yang tersedia di alam, seperti kunyit yang menghasilkan warna kuning. Biasanya digunakan untuk minuman yang berkhasiat bagi tubuh, contohnya digunakan pada jamu. Pewarna buatan adalah pewarna yang terbuat dari bahan kimia ataupun bahan alami yang diproses secara kimiawi, seperti pewarna tartrazin yang menghasilkan warna kuning. Biasanya digunakan untuk minuman yang di produksi secara massal di pabrik, contohnya minuman – minuman yang di jual di supermarket.
Minuman yang beredar, ada yang di produksi secara massal di pabrik ada juga yang di buat di industri rumahan. Minuman produksi pabrik jika dilihat dari tampilannya, kemasan yang digunakan lebih menarik, terdapat nama pabrik dan kode produksinya, terdapat tanggal kadaluarsa, dan terdapat bar kode untuk penjualan di supermarket. Sedangkan minuman produksi rumahan, kemasan yang digunakan sederhana, tidak ada bar kode yang digunakan untuk penjualan di supermarket, dan jarang mencantumkan tanggal kadaluarsa pada kemasannya.

Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Lingkungan 3
Sekolah
Pernyataan Umum
Sekolah merupakan lingkungan baru bagi anak. Tempat bertemunya ratusan anak dari berbagai kalangan dan latar belakang yang berbeda, baik status sosial maupun agamanya. Di sekolah inilah anak akan terwarnai oleh berbagai corak pendidikan, kepribadian dan kebiasaan, yang dibawa masing-masing anak dari lingkungan dan kondisi rumah tangga yang berbeda.
Anggota / Aspek yang Dilaporkan
Seorang pengajar adalah merupakan figur dan tokoh yang menjadi panutan anak-anak dalam mengambil semua nilai dan pemikiran memilah antara yang baik dengan yang buruk. Karena anak-anak memandang, guru adalah sosok yang disanjung, didengar, dan ditiru, sehingga pengaruh guru sangat besar terhadap kepribadian dan pemikiran anak. Oleh sebab itu, seorang pengajar harus membekali diri dengan ilmu dîn (agama) yang Shahîh sesuai dengan pemahaman Salafush-Shalih dan akhlak yang mulia, serta rasa sayang kepada anak didik. McDonald mengemukakan sebagai berikut “Sekolah adalah lingkungan yang khusus untuk mengubah tingkah laku secara menetap dalam hubungan dengan seluruh perkembangan pribadinya sebagai masyarakat.”
Seorang pendidik sangat berpengaruh terhadap perkembangan kepribadian seorang anak. pendidik yang memberikan pandangan hidup yang keliru terhadap anak akan memberikan dampak atau pengaruh buruk terhadap perkembangan kepribadian anak tersebut.

Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Lingkungan 4
Kebersihan Lingkungan Kompleks Perumahan
Peryataan Umum
Kebersihan lingkungan merupakan aspek yang tidak terpisahkan dari ehidupan manusia. Kebersihan lingkungan menciptakan lingkungan yang sehat sehingga tidak mudah terserang berbagai penyakit.
Anggota / Aspek yang Dilaporkan
Kondisi kebersihan lingkungan di Perumahan Cendana sangat baik. Selokan terpelihara dengan baik dan tidak mampat/ tersumbat. Tempat pembuangan sampah pun sudah ada di tiap depan rumah warga. Tempat pembuangan sampah berupa tong besar atau drum. Kondisinya juga terawat sehingga tidak menimbulkan bau tidak sedap. Petugas kebersihan mengambil sampah setiap tiga hari sekali. Selain itu, setiap satu bulan sekali warga Perumahan Cendana melakukan kerja bakti membersihkan selokan dan rumput-rumput liar di sekitar perumahan.
Kebersihan lingkungan tidak sulit untuk diterapkan apabila kita membiasakan pola hidup bersih dan sehat. Budaya hidup yang bersih dan sehat akan mendatangkan banyak manfaat bagi manusia. Kita dapat menjalankan aktivitas hidup yang sehat, produktif, dan pada gilirannya menggapai kesuksesan.

Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Lingkungan 5
Manfaat Pupuk Kandang
Peryataan Umum
Pupuk kandang merupakan pupuk yang paling mudah didapatkan. Pupuk kandang ini bisa didapatkan dari kotoran hewan ternak seperti ayam, kambing, kelinci, marmot, atau sapi. Pupuk kandang selain mudah didapat dan murah juga ternyata lebih bagus dibandingkan dengan pupuk kimia.
Anggota / Aspek yang Dilaporkan
Tanaman yang dipupuk dengan menggunakan pupuk kandang ternyata lebih kuat terhadap penyakit dan subur. Daun dan bunga pada tanaman yang dipupuk dengan menggunakan pupuk kandang lebih banyak. Tanaman pun terlihat kuat dan sehat. Sedangkan tanaman yang dipupuk dengan pupuk kimia memiliki daun dan bunga yang lebih sedikit. Pupuk kandang ternyata mampu menjaga unsur keseimbangan unsur hara dalam tanah sehingga tanaman tetap mendapatkan nutrisi secara seimbang. Berbeda dengan pupuk kimia yang bisa membuat tanah menjadi rusak.

Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Lingkungan 6
Narkoba Menyerang Generasi Bangsa
Peryataan Umum
Narkoba merupakan bahan berbahaya yang jika disalah gunakan akan mengakibatkan ketergantungan pada pemakainya dan pada akhirnya akan membawa pada kematian jika dikonsumsi secara terus menerus. Latar belakang pengguna narkoba saat ini sangat banyak sekali, mulai untuk menghilangkan masalah, pergaulan, serta banyak hal lain yang melatar belakangi para pengguna narkoba.
Anggota / Aspek yang Dilaporkan
Saat ini target para pengedar adalah kalangan remaja antara 15 - 25 tahun yang masih sangat mudah untuk ikut-ikutan karena kejiwaannya masih labil dan massih mudah terpengaruh teman-teman pergaulannya. Kita semua tahu bahwa anak-anak remaja pada usia tersebut adalah bunga bangsa yang baru merekah yang sangat dinanti-nantikan untuk meneruskan bangsa Indonesia kelak untuk menjadi negara yang lebih sejahtera lagi. Saat ini terdapat 4 juta orang di Indonesia yang menggunakan atau menyalah gunakan narkoba dan dari jumlah tersebut, sebanyak 22 % adalah remaja dalam rentang usia tersebut.
Pada umumnya pengguna narkoba yang berusia remaja banyak yang mengkonsumsi ganja dan prikotropika seperti Sedatin (Pil BK), Rohypnol, dan Megadon. Semua barang haram tersebut sangat berbahaya jika dikonsumsi secara terus menerus karena akan mengakibatkan ketergantungan. Apa lagi jika pengkonsumsi narkoba adalah kalangan menengah kebawah yang kondisi ekonominya sulit karena jika sudah tak mempunyai uang maka pengguna akan melakukan tindak kriminal demi mendapatkan uang untuk mendapatkan barang tersebut. Hal ini sungguh memprihatinkan sekali.
Berdasarkan survei BNN tahun lalu menyatakan bahwa, perkembangan pengguna dan pengedar gelap narkoba pada pelajar dan mahasiswa. Hasil penelitian pada 17 propinsi di Indonesia, ditemukan 2,6 persen siswa SLTP pernah menggunakan narkoba, dan 4,7 persen pelajar SMA tercatat pernah menggunakan barang haram itu. Sementara untuk perguruan tinggi terdapat 7,7 persen yang pernah menggunakan narkoba. Namun mulai tahun lalu pemerintah bersama instansi-instansi terkait bertekad menekan angka penggunaan narkoba pada pelajar hingga ke angka 0 %. Namun upaya tersebut pasti membutuhkan kerja keras. Saat ini saja pemerintah telah menggandeng 59 kampus di Jakarta untuk melakukan pengawasan pada pengedar dan penyalahguna narkotika. Namun peran keluarga juga sangat dibutuhkan demi menangkal serangan narkoba pada anak-anak remaja. Pendidikan agama serta kedekatan anak dengan orang tua dirasa mampu untuk mengurangi resiko anak terkena teror narkoba ini.
Penelitian dan pengamatan ini bertujuan untuk memberikan data dan fakta yang terjadi secara global di Indonesia tentang ancaman narkoba pada generasi bangsa yang sangat di harapkan membawa bangsa ini pada tempat yang lebih layak dengan rakyat yang sejahtera. Maka dari itu diperlukan peran berbagai pihak agar menghindari sanak saudara dari bahaya narkoba dan jika sudah menjadi pecandu narkoba diharapkan pihak terdekat baik keluarga maupun kerabat dapat membawanya ke panti rehabilitasi narkoba agar tingkat ketergantungan dapat dikurangi. Dengan cara-cara tersebut dalam kurun waktu 5-10 tahun kedepan diyakini pengguna narkoba akan menurun drastis terutama pada kalangan remaja.
Baca selengkapnya »

Selasa, 25 Februari 2014

RINGKASAN MATERI UTS GENAP 2013/2014

Mencatat Hasil Diskusi
Diskusi adalah pertemuan beberapa orang yang bertukar pikiran untuk menyelesaikan masalah. Masalah yang dibahas adalah masalah yang menyangkut kepentingan bersama.

Jenis-jenis Diskusi
Panel: Diskusi yang diselenggarakan untuk membahas suatu topik yang menjadi perhatian umum.
Seminar: Pertemuan untuk membahas suatu masalah di bawah bimbingan seorang/beberapa orang ahli.
Simposium: Pertemuan untuk mendengarkan pendapat para ahli tentang suatu masalah dalam bidang tertentu (sarasehan).
Kongres: Pertemuan para wakil organisasi (politik, profesi, sosial) untuk mengambil suatu keputusan.
Konferensi: Pertemuan yang diselenggarakan untuk bertukar pendapat tentang masalah yang dihadapi bersama.
Debat: Pertemuan yang di dalamnya terdapat bantahan salah satu pihak disertai alasan untuk mempertahankan pendapatnya.
Rapat: Pertemuan (kumpulan) untuk membicarakan sesuatu.

Unsur/yang Terlibat dalam Diskusi
  • Moderator/pemimpin: membuka dan menutup diskusi, dan menyimpulkan hasil diskusi.
  • Notulis/sekretaris: membuat catatan jalannya diskusi dan laporan hasil dikusi
  • Penyaji/pembicara: membacakan makalah dan menjawab pertanyaan.
  • Peserta: menaggapi isi makalah dan mendukung kelancaran diskusi.


Sistematika Laporan (Notulen) Diskusi atau Rapat
Judul diskusi
Hari, tanggal
Waktu
Tempat
Pemimpin diskusi
Pemateri
Notulis
Peserta yang hadir
Risalah
Hasil diskusi

Jawablah Pertanyaan Berikut!
1. Sebutkan lima jenis diskusi yang kalian ketahui beserta penjelasannya!
2. Sebutkan urutan notulen hasil diskusi atau rapat!

Menulis Hasil Laporan Penelitian
Penelitian Deskripsi: kegiatan mengamati, mengumpulkan data, menganalisis data, dan menyimpulkan apa adanya, tanpa ada perlakuan apa pun dalam proses penelitiannya.
Penelitian Eksperimental: penelitian yang berusaha memberi perlakuan atas objek yang dikaji.

Sistematika Karya Tulis
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Adalah hal yang melatarbelakangi suatu karya ilmiah ditulis. Dapat dikatakan bahwa latar belakang karya ilmiah adalah jawaban dari pertanyaan, “Sebab apa Anda menulis karya ilmiah ini?” Kalau Anda menjawab diawali kata, “Agar”, berarti jawaban Anda termasuk dari tujuan penulisan karya ilmiah, bukan latar belakang.

1.2 Rumusan Masalah
Rumusan masalah adalah masalah apa yang diangkat dari sebuah karya tulis. Kata tanya yang digunakan adalah ,”Bagaimana”. Kata tanya ini digunakan karena menjelaskan sebuah proses.


1.3 Tujuan
Tujuan adalah hal atau sesuatu yang akan dicapai dari penulisan suatu karya ilmiah. Tujuan harus sejumlah rumusan masalah yang ada dalam karya ilmiah. Jika rumusan masalahnya terdapat dua, jadi tujuan penelitian juga sebanyak dua, tujuan dari masing masing rumusan permasalahan.

1.4 Manfaat
Manfaat adalah sesuatu yang dapat diperoleh setelah penulisan karya ilmiah diselesaikan. Anda dapat menggunakan kata-kata pertama dalam setiap manfaat dengan, “Setelah diadakan penelitian ....”

BAB II LANDASAN TEORETIS
2.1
2.2

BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Prosedur Penelitian
Merupakan urutan penelitian. Di dalamnya menjelaskan urutan penelitian yang akan dilakukan mulai dari perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi.

3.3 Subjek Penelitian
Merupakan hal yang diteliti dalam karya ilmiah.

3.2 Instrumen Penelitian
Merupakan alat yang digunakan untuk meneliti atau mengumpulkan data penelitian, misalnya melalui lembar observasi, pedoman wawancara, atau dokumentasi foto.

3.3 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan penjelasan cara kerja dari istrumen penelitian pada 3.2. Misalnya hal apa saja yang diobservasi, pertanyaan seperti apa saja yang diajukan dan dengan siapa saja wawancara dilakukan. Adapun dokumentasi foto di dilakukan dengan mengambil gambar apa saja.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
Hasil penelitian merupakan hasil yang diperoleh dari penelitian yang bisanya disajikan dalam bentuk angka yang disusun dalam diagram, tabel, atau grafik. Hasil mengacu pada pertanyaan yang terdapat dalam rumusan masalah.

4.2 Pembahasan
Bagian ini merupakan pembahasan secara bahasa tulis dari bagian 4.1 sehingga penjelasannya dapat dengan mudah diterima dan diperoleh hasil yang jelas.

BAB V PENUTUP
5.1 Simpulan
Simpulan adalah jawaban dari rumusan masalah. Artinya, jika rumusan masalahnya dua, maka simpulan juga dua, begitu seterusnya.

5.2 Saran
Saran merupakan masukan yang diberikan kepada pembaca atau seseorang yang terkait dengan penelitian yang dilakukan.

Jawablah Pertanyaan Berikut!
1. Sebutkan secara lengkap sistematika sebuah karya ilmiah!
2. Perbaikilah penulisan judul-judul karya ilmiah di bawah ini!
  • analisis pengaruh faktor psikologis konsumen terhadap keputusan pembelian air minum isi ulang
  • analisis dampak penggunaan bahasa alay pada saat proses belajar mengajar di dalam kelas
  • pengaruh penggunaan contextual teaching and learning  (ctl) dan motivasi belajar terhadap hasil pembelajar pada mata pelajaran ekonomi

Mengungkapkan Pokok Isi Teks dengan Membaca Cepat 300 kpm
Membaca cepat adalah kecakapan membaca dan memahami teks dalam tingkatan tinggi. Kemampuan membaca cepat mencakup teknik membaca scanning (memindai) dan membaca skimming (sekilas).
Membaca scanning dilakukan dengan cara mencari secara cepat hal-hal yang dibutuhkan. Membaca skimming adalah membaca cepat dengan hanya menyerap bagian penting atau pokok-pokok bacaan saja. Dapat dimulai dengan membaca judul, subjudul, dan ide pokok paragraf. Bagian tidak penting seperti kalimat penjelas, ilustrasi, atau contoh-contoh dapat dilewati. Skimming dilakukan jika ingin mengetahui garis besar isi bacaan dengan cepat.

Hal yang Dilakukan untuk Menigkatkan Membaca Cepat
  • Penuh konsentrasi
  • Memperluas jangkauan mata
  • Membaca per kelompok kata
  • Mencari kata kunci/ide pokok
  • Mengurangi regresi (pengulangan kata)

Hal yang Perlu Dihindari
  • Tidak/kurang konsentrasi
  • Membaca dengan bersuara/nyaring
  • Membaca sambil menggerak-gerakkan anggota tubuh
  • Sering mengulang bagian tertentu

Rumus kecepatan efektif membaca
KEM = JK : (WB : 60) : (SD:SM) = ..... KPM
Keterangan:
KEM    : Kecepatan Efektif Membaca
JK    : Jumlah Kata
WB    : Waktu Baca
SD    : Jumlah Benar/skor didapat
SM    : Skor Maksimal
KPM    : Kata Per Menit

Jawablah Pertanyaan Berikut!
  1. Sebutkan dua jenis membaca cepat beserta penjelasannya!
  2. Jhoni Phonsen membaca bacaan sebanyak 400 kata dalam waktu 2 menit 30 detik. Skor pemahaman Jhoni terhadap beberapa soal yang diberikan adalah 70 (dengan rentang skor 10-100). Berapakah kecepatan membaca efektif yang diperoleh Jhoni?

Baca selengkapnya »

Sabtu, 28 September 2013

Manis Pahitnya Cinta

Putih dibalik kegelapan yang terhenti pada satu titik kelam, tersembunyi di bawah tebalnya  kabut senyum kebahagiaan setelah tangis.
Saat itu aku masih duduk di bangku SMP. Saat sedang asik melamun, tiba-tiba...
“Hayoo!!!” teriak Agista menyadarkanku dari lamunan.
Aku tak akan pernah lupa akan hari itu. Saat itu pertama kali sahabatku Agista atau yang biasa dipanggil Ita mengenalkanku dengan kakak sepupunya yang bernama Alvin Raditya Putra. Teman-temannya sering memanggilnya Adit.
“Eh Nan, waktu itu kamu pernah bilang ke aku kan kalau kamu belum punya pacar?” tanyanya.
“Iya, emangnya kenapa?” tanyaku kembali.
“Mau tidak, aku kenalkan dengan kakak sepupuku? Nih fotonya, ya orangnya lumayan lah,” sambungnya.
“Heemm gimana ya? Boleh-boleh, tapi jangan bohong ya,” sahutku dengan tersenyum.
“Iya-iya beres. Mana minta nomormu aja biar nanti aku kasih ke dia,” katanya sambil memaksa.
“Yee maksa!! Nih-nih catat 08564***** .”
Bel pulang sekolah sudah berbunyi, aku bergegas merapikan buku-bukukku dan bergegas pulang. Selang beberapa jam setelah sampai dirumah, aku masih terus penasaran dengan siapa aku akan dikenalkan oleh Agista. Aku memikirkan hal itu sambil melamun di depan teras rumah. Tiba-tiba lamunanku terpecahkan oleh suara handphoneku yang berdering tepat dipangkuanku.
“Haloo, maaf ini siapa ya?” sapaku. “Haloo, siapa ya? Jangan bercanda deeh, kalau tidak mau bicara aku tutup teleponnya lho,”  kataku dengan suara yang jengkel akibat si penelpon tidak mau berbicara. Akan tetapi, tiba-tiba penelepon itu menjawab.
“Eh...eh, jangan ditutup dong. Hehe, jutek banget sih?” katanya.
“Suruh siapa nggak nyahut? Sorry Anda siapa ya? Dapat nomorku dari mana?” tanyaku sinis seperti biasanya terhadap nomor baru yang sering iseng.
“Salam kenal ya, aku Adit. Tadi aku diberi nomor telepon kamu dari adik sepupuku” jawabnya.
Tiba-tiba aku teringat kejadian di sekolah tadi dan langsung mengetahui siapa dia.
“Oh kamu kakak sepupunya Ita yang tadi di sekolah katanya mau dikenalin ke aku?”
“Iya, boleh kan mengenal kamu lebih dekat?” katanya lagi.
Kami berbincang-bincang lumayan lama melalui telepon, saling mengenal dan hari demi hari semakin akrab dan semakin akrab saja. Namanya Alvin Raditya Putra, dia duduk di bangku SMA. Dari mulai bertemu, date, dan lain-lain sudah kita jalani. Setelah kenal lama, Adit mengajakku dinner di suatu tempat yang indah dan penuh nuansa romantis. Di tengah perbincangan, tanpa sengaja kami saling bertatapan. Kami terhenti sejenak tanpa suara. Karena takut dia curiga dan tahu perasaanku, aku pun melepas tatapanku. Tak lama, dia mengucapkan kata-kata romantis dan memintaku untuk menjadi kekasihnya.
“Sayang, dari hari ke hari aku perhatiin,  kamu tambah cantik saja deh.”
Aku terkejut lataran dia memanggilku dengan sebutan sayang.
“Eh...em, enggak ah biasa aja. Dari dulu ya kaya gini-gini aja, gombal kamu,” sangkalku karena malu.
“Aku serius lagi. Boleh nggak aku ngomong jujur?” katanya sambil menatapku.
“Boleh, ngomong saja,” jawabku.
“Dari pertama kita kenal, kita ketemu, kita jalan bareng, ngobrol-ngobrol dan lain sebagainya, aku ngrasa nyambung banget sama kamu, dan aku ngrasa nyamaan banget saat ada di samping kamu, dan benih cinta itu semakin hari semakin tumbuh dan terus tumbuh. Kamu mau nggak jadi pacarku?” katanya.
Dengan perasaan campur aduk, deg-degan, kaget, senang, dan bingung.
“Em, a-ku, a-aku juga ngrasain hal yang sama seperti yang kamu rasakan. Tapi, apa kamu bisa dan mau menerima aku apa adanya?”
“Aku janji aku nggak bakal ngecewain kamu. Apapun yang akan terjadi kepadamu, insyaallah aku akan terus ada di samping kamu,” jawabnya lagi.
“Ya sudah, aku terima kamu jadi pacarku. Kita jalani saja dulu,” sahutku dengan senyum bahagia.
Saat itu tanggal 25 Januari 2010 tepat pada tanggal itu kami  resmi pacaran, ya seperti layaknya orang pacaran aja. Waktu berlalu, usia pacaranku dan Adit berjalan hampir satu setengah tahun. Kini aku sudah duduk di bangku SMA, Adit lulus SMA, ya dibilang baru awal serius. Aku pun juga sudah mengenal baik keluarganya, terutama ibunya. Aku juga sudah bisa mengubah semua sifat-sifat negatifnya.
Lambat laun, aku merasakan ada yang berubah dari sikap Adit. Karena penasaran, aku datangi rumahnya bersama sahabatku, Ita. Setelah sekitar 26 menit, kami sampai di rumahnya. Bukan Adit yang kami temui, melainkan Ibunya. Kemudian aku ceritakan semua kepada Ibu.
“Nak, kamu yang sabar saat menghadapi sikap Adit,” tanggapan dari Ibu.
“Kenapa Bu, ada apa?”
“Adit sakit keras nak.”
“Kok dia tidak cerita sama saya?”
“Katanya dia tidak mau membuat nak Nanda sedih. Dia sakit gara-gara temannya yang usil, memberinya minuman keras yang seperti air putih,” kata ibu sambil menangis.
“Lalu, sekarang dia di mana Bu?” kataku dengan menangis.
“Dia diajak berobat abah ke Solo nak, tepatnya di Rumah Sakit Yarsis. Ibu disuruh abah untuk di rumah, karena Adit tahu kalau nak Nanda bakalan ke sini,” jelas ibu.
“Bu, mau nggak Ibu besok mengantar Nanda bertemu dengn Adit?” pintaku.
“Iya nak.”
“Ya sudah, Nanda pulang dulu ya Bu, besok Nanda ke sini jam sebelas. Assallamualaikum.”
“Waallaikumsallam. Hati-hati dijalan ya nak”
Setelah itu aku dan Ita pulang ke rumah. Keesokan harinya jam setengah sepuluh aku berangkat menuju rumah Adit seperti perjanjian sebelumnya. Setelah sampai, aku lihat ibu sudah menungguku di depan rumah bersama Abah.
“Nak kita berangkat sama Abah saja ya, naik mobil,” kata ibu.
“Iya Bu.”
Sekitar dua jam tiga puluh menit kami sampai di Rumah Sakit. Sesampainya di kamar tempat Adit dirawat, aku tak kuasa menahan tangis melihat kondisi Adit yang terbaring lemah, aku langsung memeluknya. Aku tunggu dia sampai dia bangun, sampai-sampai aku tertidur. Tiba-tiba aku rasakan ada tangan yang menyentuh tanganku, aku pun terbangun. Aku lihat Adit sudah terbangun dari mimpi indahnya.
“Pesek, kok kamu ada di sini?” tanya Adit.
“Sayang, kamu jahat, kenapa kamu tidak cerita tentang semua ini?” tanyaku dengan penuh kekhawatiran.
“Maaf  ya sayang, aku nggak mau buat kamu sedih. Aku cuma pengen lihat kamu senyum tiap aku lihat kamu,”  jelas Adit.
“Tapi sayang, tetap saja kamu harus cerita, aku khawatir. Aku takut kamu kenapa-kenapa. Benarkan firasatku kalau ada apa-apa dengan kamu?”
“Udah sayang, aku nggak apa-apa kok. Kata dokter besok sudah boleh pulang.”
“Ya sudah aku di sini sampe besok kamu pulang ya?” jawabku tersenyum dalam tangisan.
“Iya sayang, jangan nangis dong, tambah nggak kelihatan tuh hidung kamu kalau nangis,” canda Adit.
“Iih sayang  jelek.”
Keesokan harinya kami semua berkemas-kemas untuk kembali ke rumah. Sekitar pukul 10.30 WIB kami cek out dari Rumah Sakit dan pukul 13.24 WIB kami sampai rumah, kemudian aku pamit pulang karena esok sudah harus sekolah.
“Adit, Ibu, Abah, Nanda pamit ya, besok Nanda sudah sekolah.”
“Iya nak,” jawab ibu dan abah.
Adit mengantarku sampai depan rumahnya.
“Yakin sayang nggak mau dianter?”  tanya Adit.
“Enggak lah sayang, kan aku udah gede, yang penting pacarku yang paling nyebelin ini sembuh duluu,” kataku sambil mencubit hidungnya.
“Ya udah, sayang hati-hati di jalan ya.”
“Iya sayang. Assallamualaikum.”
“Waallaikumsalam.”
Hari berjalan seperti biasanya, ya namanya pacaran ada saat senang, sedih, tawa, dan tangis. Penyakit Adit sering kali kambuh dan tak jarang dia masuk Rumah Sakit kembali. Aku coba untuk selalu telaten merawat Adit, meski sering juga kami bertengkar. Tetapi, stok sabarku masih banyak kok. Aku yakin senang dan sedih itu satu paket dan selalu datang bersamaan.
Hubungan kami masih berlangsung hingga saat ini.

Thank You For Read My Short Story



Karya: Ananda Eka Wardhani
Baca selengkapnya »

Kamis, 25 Juli 2013

Menulis Hasil Wawancara

Wawancara adalah percakapan antara dua orang, yaitu antara penanya dan yang ditanya sebagai penjawab. Wawancara (interview) adalah tanya jawab dengan seseorang untuk dimintai pendapatnya mengenai suatu hal. Dalam hal ini, seorang yang diwawancarai disebut narasumber dan yang mewawancarai disebut pewawancara. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, wawancara adalah tanya jawab dengan seseorang yang diperlukan untuk dimintai keterangan atau pendapatnya mengenai suatu hal, untuk dimuat dalam surat kabar, disiarkan melalui radio, atau ditayangkan di televisi.

Persiapan yang dilakukan dalam kegiatan wawancara
  • Menghubungi orang yang akan diwawancarai (perjanjian tempat, waktu, dan topik masalah).
  • Pelajari topik permasalah secara detail, sehingga Anda dapat membuat pertanyaan-pertanyaan yang baik.
  • Persiapkan daftar pertanyaan yang sesuai dengan pokok-pokok masalah yang akan ditanyakan dalam wawancara pertanyaan berupa 5W+1H
  • Berikan kesan yang baik.
  • Perhatikan cara berpakaian, gaya bicara, dan sikap agar menimbulkan kesan yang simpatik.
  • Persiapkan “senjata” wawancara.

Kegiatan dalam wawancara
  1. Pendahuluan. Menciptakan suasana yang menyenangkan (kesan pertama begitu menggoda). Jangan lupa menjelaskan identitas Anda dan maksud Anda.
  2. Tanya jawab
  • Mulai wawancara dengan pertanyaan yang ringan dan bersifat umum. Pendekatan dilakukan secara tidak langsung.
  • Sebutkan nama narasumber secara lengkap dan bawalah buku catatan, alat tulis, atau tape recorder saat melakukan wawancara.
  • Dengarkan pendapat dan informasi secara saksama, usahakan tidak menyela agar keterangan tidak terputus. Jangan meminta pengulangan jawaban dari narasumber.
  • Hindari pertanyaan yang berbelit-belit.
  • Harus tetap menjaga suasana agar tetap informatif.
  • Hindari pertanyaan yang menyinggung dan menyudutkan narasumber.
  • Jika melantur, maka narasumber diarahkan pada pembahasan masalah.
     3.  Penutup
  • Harus pandai mengambil simpulan, artinya tidak semua jawaban dicatat. Dapat juga Anda meminta narasumber untuk menyimpulkan masalah yang dibahas.
  • Mengakhiri perbincangan dengan ucapan terima kasih oleh penanya kepada penjawab atas kesediaannya untuk diwawancarai. Dapat ditambahi dengan permohonan maaf.
Menulis hasil wawancara
Lazimnya, hasil wawancara tidak ditulis secara kronologis. Hasil wawancara yang masih dalam bentuk tanya jawab sebaiknya diubah menjadi sebuah laporan yang menarik, yaitu dengan menggunakan kalimat langsung dan tidak langsung. Susunlah hasil wawancara dalam format berikut ini.
• Hari/tanggal            :
• Waktu                     :
• Tempat                    :
• Narasumber             :
• Pewawancara          :   
• Topik                       :
• Daftar pertanyaan   :
• Hasil wawancara    : (dalam bentuk paragraf)
.............................................................................................................
.............................................................................................................
.............................................................................................................
.............................................................................................................
Baca selengkapnya »

Senin, 01 April 2013

Kan Ada Remidi

Evaluasi adalah suatu proses atau kegiatan yang berkelanjutan untuk menentukan kualitas (nilai dan arti) sesuatu berdasarkan pertimbangan dan kriteria tertentu. Untuk mengetahui kualitas tersebut digunakan suatu alat yaitu berupa tes atau dalam dunia pembelajaran sering disebut dengan ulangan. Tes dalam pembelajaran dilakukan secara berkala yang diantaranya berupa ulangan harian, ulangan tengah semester, dan ulangan akhir semester.

Dalam pelaksanaan kurikulum saat ini yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menerapkan sistem pembelajaran tuntas. Itu artinya setiap Kompetensi Dasar (KD) harus mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan berdasarkan intake, daya dukung, dan kompleksitas KD. Secara wajar tentu saja terdapat beberapa siswa yang tidak dapat memenuhi KKM yang telah ditetapkan. Oleh karena itu ada sebuah cara yang harus dilakukan yaitu dengan mengadakan remidial pembelajaran. Kalau dalam bahasa kuliahan dulu pernah ada yang namanya Semester Pendek (SP).

Adanya remidial seolah memberikan nafas lega terhadap siswa-siswa yang masih mengalami ketidaktuntasan KD pada setiap mata pelajaran. Remidial dilakukan dengan cara mengadakan pembelajaran kembali berdasarkan kelemahan yang dialami siswa. Untuk mengetahui kelemahan KD pada setiap siswa dengan cara mengadakan analisis hasil ulangan. Setelah mengetahui kelemahannya, guru mengadakan pembelajaran ulang.

Mengadakan pembelajaran remidial sangat jarang dilakukan oleh guru walaupun ada beberapa siswa yang belum memenuhi KKM. Hal itu biasanya guru memberikan alasan karena sudah terlalu banyak tugas dengan berbagai administrasi pembelajaran. Selain itu para guru berpikir pembelajaran remidial membutuhkan waktu ekstra. Bila pembelajaran remidial dilakukan pada waktu reguler akan mengurangi cakupan materi yang dibahas. Sehingga tak jarang ditemukan guru yang hanya memberikan soal tes yang sudah digunakan untuk dikerjakan ulang. Mengerjakannya pun di rumah digunakan sebagai pekerjaan rumah (PR). Siswa yang sudah mengerjakan soal dengan serta merta dianggap memenuhi KKM. Hal itu dilakukan dengan dalaih agar tidak menyita waktu pembelajaran bagi siswa-siswa yang sudah tuntas belajar.

Fenomena memberikan remidial dengan menyuruh siswa mengerjakan soal tes yang telah dikerjakan akhirnya dijadikan kebiasaan. Situasi yang demikian dimanfaatkan dengan baik oleh siswa-siswa yang tidak mempunyai daya saing kuat dalam mengejar prestasi sehingga mereka cenderung meremehkan soal tes ulangan, baik ulangan harian, ulangan tengah semester, maupun ulangan akhir semester. Misalnya, waktu yang mengerjakan soal diberikan 90 menit, akhirnya dalam pikiran mereka mengandalkan remidial dan mereka berpikir, “Santai, kan ada remidial. Paling juga ikut remidial dianggap tuntas.” Anggapan semacam itu mengarahkan siswa mudah putus asa dalam mengerjakan soal sehingga mereka pasrah mengerjakan soal dengan tidak sungguh-sungguh dan 60 menit keluar. Kondisi semacam ini juga menimbulkan keraguan terhadap kualitas belajar siswa baik di sekolah ataupun di rumah.

Kondisi semacam ini harus segera diubah agar mindset siswa remdial pasti mengerjakan soal lebih mudah dan pasti tuntas berubah. Hal yang harus dilakukan adalah dengan memberikan remidial yang berbobot sama sehingga tujuan remidial dapat tercapai. Guru harus lebih rajin lagi dalam melakukan pembelajaran remidial, misalnya beberapa menit dalam waktu reguler dan memberikan tugas yang berbobot dan berkaitan dengan pembelajaran remidial. Guru tidak serta-merta menuntaskan siswa yang sudah ikut remidial sehingga guru juga dituntut untuk mengoreksi dengan sungguh-sungguh tes remidial yang dilakukan.

“Kan tidak masuk UN, Pak.”
Kalimat di atas pernah terlontar dari mulut siswa saat tes mata pelajaran non Ujian Nasional. Berdasarkan kalimat tersebut dapat dianalisis bahwa dengan adanya ujian nasional siswa memiliki kecenderungan mengabaikan mata pelajaran non UN. Mata pelajaran non UN dianggap kurang penting oleh beberapa siswa sehingga ketika mata pelajaran tersebut digunakan untuk tes, siswa mengabaikan. Siswa menganggap mata pelajaran non UN tidak menentukan kelulusan.

Memang tidak dapat dipungkiri lagi bahwa anggapan tersebut sudah menjadi anggapan umum siswa-siswa. Anggapan demikian ada karena siswa sudah terlalu terbebani dengan berbagai tes yang dilakukan oleh sekolah baik itu tryout yang dilakukan berkali-kali, Ulangan Tengah Semester, dan Ujian Sekolah. Tak pelak siswa sudah mengalami kejenuhan dengan semua tes dan pemadatan materi yang dilakukan. Hal itu diperparah dengan sikap guru yang terkadang seolah memarginalkan mapel non UN dengan menambah jam pelajaran UN dan mengurangi jam pelajaran non UN. Sikap demikian dilakukan semata-mata agar siswa-siswanya dapat lulus seratus persen dalam UN.

Mata pelajaran non UN untuk kelas dua belas seolah-olah tidak mempunyai taji dalam hal kelulusan siswa. Hal tersebut tentu tidak hanya tes mapel tersebut yang tidak dianggap penting tetapi dalam proses pembelajarannya pun siswa akan mengganngap tidak penting. Hal yang demikian membuat kualitas pembelajaran dan tingkat ketuntasan pembelajarannya rendah. Jalan terakhir yang dilakukan jika demikian guru terpaksa “mengatrol” nilai tes, biarpun itu nilai ujian sekolah.

Fenomena siswa menganggap kurang pentingnya mapel non UN ini merupakan salah satu mengapa UN yang hanya mengeteskan beberapa mapel banyak yang tidak setuju. Sementara itu, jika semua mapel diteskan dalam UN siswa akan semakin terbebani. Permasalahan mengenai UN ini memang selalu muncul setiap tahun menjelang UN dilaksanakan.

Hal yang harus dilakukan agar siswa tidak menganggap enteng tes mapel non UN salah satunya menyadarkan kepada siswa bahwa semua mapel itu memiliki manfaat yang baik. Tes yang dilakukan untuk mapel non UN yang digunakan untuk penilaian Ujian Sekolah nilainya benar-benar murni. Hal ini dilakukan agar generasi kelas dua belas berikutnya dapat mengambil pelajaran yang berharga dari generasi sebelumnya tentang penilaian objektif setiap mapel. Pemerintah harus selalu mengkaji kebijakan tentang UN agar tidak selalu menimbulkan pro dan kontra. Guru sudah jenuh dengan kebijakan UN yang membuat “deg-degan” dan siswa juga sering senam jantung dengan adanya UN.

Boyolali, 31 Maret 2013
Baca selengkapnya »

 
Powered by Blogger