Selasa, 17 Maret 2020

Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Hikayat

Pengertian Hikayat
Hikayat adalah salah satu bentuk sastra prosa lama, terutama pada Bahasa Melayu yang berisikan mengenai suatu kisah, cerita, dan juga dongeng. Umumnya mengisahkan mengenai kehebatan maupun kepahlawanan seseorang lengkap dengan keanehan, kesaktian dan juga mukjizat dari tokoh utama. Sebuah hikayat itu dibacakan sebagai hiburan, pelipur lara atau pun juga untuk membangkitkan semangat juang.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) hikayat adalah karya sastra lama Melayu berbentuk prosa yang berisi cerita, undang-undang, dan silsilah bersifat rekaan, keagamaan, historis, biografis, atau gabungan sifat-sifat itu, dibaca untuk pelipur lara, pembangkit semangat juang, atau sekadar untuk meramaikan pesta. 

Ciri-Ciri Hikayat
  1. Menggunakan bahasa Melayu Lama
  2. Istana Sentris. Pusat ceritanya itu berada didalam lingkungan istana. Hikayat tersebut seringkali bertema dan berlatar kerajaan. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan tokoh yang diceritakan ialah raja serta Pangeran (anak raja). Selain dari itu, latar tempat dalam cerita ini adalah negeri yang dipimpin oleh raja dalam suatu kerajaan.
  3. Pralogis (kemustahilan). Banyak cerita yang terdapat pada hikayat tidak bisa untuk di terima oleh akal. kemustahilan dalam teks, baik dari segi bahasa ataupun juga dari segi cerita. Kemustahilan ini berarti hal yang tidak logis atau juga tidak bisa diterima nalar. Contoh Seperti  : bayi lahir disertai pedang dan panah, seorang putri keluar dari gendang.
  4. Statis (tetap). Perkembangan hikayat-hikayat tidak ada. Karena cerita hikayat memang telah dikarang dahulu kala, bukan saat ini.
  5. Kesaktian tokoh. Seringkali kita dapat menemukan kesaktian pada para tokoh dalam hikayat. Contohnya seperti: Syah Peri mengalahkan Garuda yang mampu untuk merusak sebuah kerajaan, Raksasa memberi sarung kesaktian untuk dapat mengubah wujud serta kuda hijau. 
  6. Anonim. Tidak diketahui siapa pengarang cerita tersebut.
  7. Arkais. Menggunakan kata arkhais, Bahasa yang digunakan pada masa lampau. Jarang dipakai/tidak lazim digunakan dalam komunikasi pada masa kini.Contoh : hatta, maka, titah, upeti, bejana, syahdan serta juga sebermula.
Unsur Intrinsik Hikayat
Sebuah karya sastra memiliki unsur pembangun yang meliputi unsur intrinsik (membangung karya sastra dari dalam karya sastra [isi cerita]) dan unsur ekstrinsik (membangun karya sastra dari luar karya sastra). Unsur intrinsik dan ekstrinsik cerpen, cerita rakyat, dan hikayat adalah sama karena ketiganya sama-sama termasuk dalam jenis karya sastra prosa.
Unsur Intrinsik. Unsur intrinsik prosa menurut Stanton (1965) dapat dibagi menjadi tiga yaitu fakta cerita, sarana cerita, dan tema cerita. Fakta cerita yaitu hal-hal yang diceritakan di dalam prosa fiksi yang meliputi alur, tokoh, dan latar. Sarana cerita merupakan hal-hal yang dimanfaatkan pengarang dalam memilih dan menata detail-detail cerita. Sarana cerita meliputi judu, sudut pandang, serta gaya (bahasa). Adapun tema cerita merupakan sesuatu yang menjadi dasar cerita. Tema selalu berkaitan dengan berbagai pengalaman kehidupan, seperti masalah cinta, rindu, takut, maut, dan religius. Dalam hal tertentu tema dapat disinonimkan dengan ide atau tujuan utama cerita.

Fakta Cerita. 
  • Alur yang biasa juga disebut plot adalah jalinan peristiwa secara beruntun dalam sebuah prosa fiksi (jalan cerita). Alur disusun dalam beberapa tahap yaitu: tahap perkenalan, penanjakan (munculnya konflik), klimaks, peleraian, dan penyelesaian. Peristiwa dapat disusun mengikuti garis lurus. Peristiwa A merupakan tahap perkenalan, peristiwa B merupakan konflik, peristiwa C merupakan klimaks, pedistiwa D merupakan peleraian, dan berakhir pada peristiwa E penyelesaian. Maka, alur yang demikian disebut alur lurus atau alur maju. Ada pula alur yang disusun sebaliknya. Peristiwa disusun tidak dari pemaparan atau pengenalan, tetapi dari penyelesaian atau penutup dinamakan dengan alur sorot balik atau flash back. Selain kedua cara tersebut, ada cara lain yang digunakan pengarang untuk menyusun sebuah alur cerita yaitu dengan cara menggabungkan kedua alur itu. Pembaca diajak masuk ke dalam peristiwa pokok kemudian pembaca diajak mengenang peristiwa masa lalu. Setelah kenangan masa lalu habis pembaca dibawa kembali ke inti cerita, dan berangsur-angsur diajak mengikuti peristiwa untuk menuju peritiwa akhir. Cara penggabungan alur lurus dan sorot balik sering dinamakan dengan alur campuran. 
  • Tokoh adalah individu rekaan yang mengalami peristiwa dalam cerita. Ditinjau dari keterlibatannya di dalam cerita, tohok ada dua yaitu tokoh sentral (utama), dan tokoh periferal (tambahan/bawahan). Ciri-ciri tokoh sentral yaitu: (1) paling terlibat dengan makna atau tema, (2) paling banyak berhubungan dengan tokoh lain, dan (3) paling bahyak memerlukan waktu penceritaan. Adapun tokoh berdasarkan wataknya dapat dibagi tiga yaitu: (1) tokoh protagonis (baik), (2) tokoh antagonis (penentang/jahat), dan (3) tokoh tritagonis (di antara kedua watak tersebut).
  • Penokohan adalah cara pengarang menyajikan watak tokoh-tokohnya. Adapaun cara-caranya adalah sebagai berikut. 1) apa yang diperbuatnya/tindakan-tindakannya, 2) ucapan-ucapannya, 3) penggambaran fisik tokoh, 4) pikiran-pikirannnya, 5) gambaran latar atai lingkungan tempat tinggal tokoh, 6) pandangan tokoh lain terhadap tokoh yang bersangkutan, 7) penerangan langsung
  • Latar cerita merupakan lukisan peritiwa yang dialami oleh satu atau beberapa orang pada suatu waktu di suatu tempat dan dalam suasana tertentu. Waktu, tempat, dan suasana terjadinya peristiwa dalam carita disebut latar atau setting. Secara terperinci, latar meliputi penggambaran (1) lokasi geografis, pemandangan, sampai pada perincian sebuah ruangan, (2) waktu terjadinya peristiwa, sejarahnya, dan (3) lingkungan agama, moral, intelektual, sosial, dan emosional para tokoh.
Sarana Cerita
  • Judul cerita rekaan mempunyai dua fungsi, yakni (1) sebagai penanda nama cerita tersebut, dan (2) dapat merupakan isyarat mengenai masalah yang akan diungkapkan pengarang. Karena sifatnya yang demikian, seorang pembaca begitu membaca judul dalam benaknya akan timbul dugaan-dugaan mengenai isi cerita tersebut.
  • Sudut pandang atau point of view merupakan cara memandang yang digunakan pengarang sebagai sarana untuk menyajikan tokoh, tindakan, latar, dan berbagai peristiwa yang membentuk cerita. Sudut pandang dibagi menjadi dua, yakni sudut pandang orang pertama (pencerita akuan) dan sudut pandang orang ke tiga (pencerita diaan). Sudut pandang orang pertama pencerita sebagai salah satu tokoh dalam cerita dalam berkisah mengacu pada dirinya sendiri dengan sebutan aku atau saya. Jika pencerita sebagai tokoh utama maka disebut sudut pandang Akuan-Sertaan, sedangkan apabila pencerita tidak sebagai tokoh utama maka disebut dengan sudut pandang Akuan-Taksertaan. Dalam sudut pandang orang ketiga, pencerita berada di luar cerita. Dalam kisahnya pencerita mengacu kepada tokoh-tokoh cerita dengan menggunakan kata ganti orang ketiga (ia, dia), atau menyebut nama tokoh. Sudut pandang orang ketiga mempunyai dua kemungkinan, yaitu sudut pandang orang ketiga serba tahu, dan sudut pandang orang ketiga terbatas.
  • Gaya merupakan cara pengungkapan seorang pengarang yang khas. Gaya merupakan kemahiran seorang pengarang dalam memilih kata-kata, kelompok kata, kalimat, dan ungkapan yang menentukan keberhasilan, dan keindahan suatu karya sastra menjadi hasil ekspresi dirinya. Nada yang sering disamakan dengan istilah suasana adalah suatu hal yang dapat terbaca dan terasakan melalui penyajian fakta cerita dan dan sarana cerita yang terpadu dan koheren. Suasana cerita misalnya semangat, religius, romantis, melankolis, menegangkan, mencekam, tragis, mengharukan, dan sebagainya.
Tema
Tema merupakan gagasan, ide, atau pikiran utama yang mendasari sebuah cerita. Tema pada hakikatnya merupakan permasalahan yang ingin dipecahkan pengarang dengan karyanya. Melalui pemahaman terhadap tema, maka seorang pembaca akan dapat memperoleh nilai-nilai yang terkandung atau amanat dari sebuah cerita. Amanat bersifat positif.

Unsur Ekstrinsik
Menurut Wellek dan Warren (1989) menggolongkan unsur intrinsik ke dalam (1) biografi pengarang (menyangkut historisnya, keyakinan, ideologi, agama, dsb), (2) psikologi pengarang, dan (3) masyarakat (sosial, ekonomi, budaya, politik, agama, dsb).

Tugas Individu
  1. Silakan mencari dan membaca hikayat pada nomor 4.
  2. Analisislah secara mendalam disertai bukti atau alasan unsur intrinsik hikayat yang Anda baca.
  3. Setiap siswa mengerjakan sesuai dengan nomor absensi kelas masing-masing.
  4. Hikayat Bayan Budiman (nomor absensi 1, 6, 11, 16, 21, 26, 31, 36), Hikayat Si Miskin (nomor absensi 2, 7, 12, 17, 22, 27, 32), Hikayat Hang Tuah (nomor absensi 3, 8, 13, 18, 23, 28, 33), Hikayat Lebai Malang (nomor absensi 4, 9, 14, 19, 24, 29, 34), Hikayat Malim Deman (nomor absensi 5, 10, 15, 20, 25, 30, 35).
  5. Kerjakan di kertas folio, dikumpulkan saat pembelajaran mulai efektif.
Baca selengkapnya »

Senin, 16 Maret 2020

Menilai Karya Melalui Resensi

Pengertian
Resensi merupakan tulisan yang berisi penilaian pertimbangan baik buruk suatu karya. Tidak semata-mata resensi sebatas mengulas buku tetapi ruang lingkup resensi sebenarnya sangat luas. Karya yang dapat diresensi bisa buku, puisi, prosa, drama, film, dan lain-lain. Dalam meresensi sebuah karya haruslah objektif, sesuai dengan kualitas isi karya. Tugas penulis resensi adalah memberikan gambaran kepada pembaca mengenai suatu karya apakah layak dibaca atau tidak. Hal-hal yang dapat ditanggapi dalam resensi ialah kualitas isi, penampilan, unsur-unsur, Bahasa, dan manfaat bagi pembaca.

Sistematika Resensi
Unsur-unsur/sistematika yang terdapat dalam resensi di antaranya sebagai berikut.
  1. Judul Resensi. Judul sebuah resensi berbeda dengan judul buku atau karya yang diresensi. Judul dibuat semenarik mungkin dan mencerminkan isi karya yang diresensi.
  2. Identitas Buku. Penyusunan data buku yang diresensi dapat dilakukan dengan memuat judul buku, pengarang, penerbit, tahun terbit, serta dimensi buku. Untuk karya lain semisal cerita atau film dapat disesuaikan dengan identitas yang ada pada karya tersebut. Agar identitas karya dapat diketahui secara jelas, maka penulisan identitas dipisahkan dengan ulasan resensi (paragraf).
  3. Pendahuluan. Bagian pendahuluan berisi paragraf pengantar yang dibuat semenarik dan seringan mungkin sehingga pembaca tertarik untuk membaca resensi secara keseluruhan. Misalnya buku yang berjudul Teknik Menggunakan HP secara Cerdas, bisa diawali dengan fenomena sekarang bahwa setiap orang memiliki dan membutuhkan HP. Perkembangan teknologi HP yang semakin canggih, dll.
  4. Inti/isi Resensi. Inti resensi merupakan bagian paling penting dalam sebuah resensi. Di dalamnya terdapat sinopsis karya, keunggulan, dan kelemahan. Pada bagian sinopsis seorang resensi dilarang untuk mengulas secara penuh alur cerita hal itu disebabkan karena selain untuk menilai, resensi hakikatnya juga digunakan untuk promosi kepada masyarakat. Jika sinopsis disampaikan secara keseluruhan, maka pembaca tidak akan lagi penasaran dengan alur ceritanya. Penilaian keunggulan ataupun kelemahan sebuah resensi dibuat penulis resensi secara objektif. Keunggulan ataupun kelemahan dapat dilihat dari sisi unsur intrinsiknya, pengemasan (dimensi/fisik) buku, ataupun unsur lain misalnya kebutuhan masyarakat terhadap karya tersebut.
  5. Penutup. Pada bagian penutup biasanya berisi alasan kenapa buku tersebut ditulis dan kepada siapa buku tersebut ditujukan. Selain itu dapat berisi simpulan pada bagian inti/isi resensi bahwa karya itu dikategorikan baik atau tidak, layak atau tidak layak, dan menarik atau tidak menarik (membosankan). Dengan demikian penulis resensi juga dapat memberikan rekomendasi kepada masyarakat untuk membaca atau menikmati karya yang diulas.
Contoh Resensi Buku.
Judul Resensi: Berlayar dengan Perahu Kertas
Identitas Buku:
Judul Buku: Perahu Kertas
Penulis: Dee Lestari
Penerbit: Bentang Pustaka
Cetakan: I, Agustus 2009
Tahun Terbit: 2010
Jumlah Halaman: XII + 444 halaman
Harga: Rp. 69.000,-
ISBN: 978-979-1227-78-0
Pengenalan Buku
Buku ini menceritakan tentang 2 orang remaja yang sama-sama mengejar mimpinya, tetapi juga dengan semua halangannya.
Kisah dibuka di Amsterdam, di mana Keenan terpaksa harus pulang ke Indonesia karena harus kuliah di sana. Keenan tidak ingin pulang, dia ingin terus berada di Belanda dan belajar melukis dengan seniman-seniman jalanan di sana. Melukis adalah hidup Keenan dan bagi Keenan, melukis bisa jadi masa depannya.
Dia sangat berharap bahwa selepas SMA di Belanda, dia bisa tetap tinggal menemani Oma dan belajar melukis. Sayang, keputusan Ayahnya sudah bulat. Keenan harus pulang dan kuliah di Fakultas Ekonomi untuk meneruskan bisnis keluarga.
Meskipun berat, Keenan menerima keputusan itu. Dia pulang, ikut seleksi masuk universitas negeri, dan kuliah di Bandung. Keenan menghadapi nasib itu dengan merana di kamarnya. Menanti masa masuk kuliah sambil menatap peralatan lukisnya yang entah bagaimana nasib ke depannya.
Di sisi lain, Kugy dengan sifat bebas juga menyimpan mimpi sebagai penulis dongeng anak. Dua mimpi yang masih utopis bagi orang-orang yang hidup di Indonesia. Lazim diketahui, kan, bahwa di Indonesia profesi yang menjamin itu adalah PNS dan lain-lain? Profesi absurd seperti penulis dan pelukis itu belum memiliki tempat.
Inilah yang harus dihadapi Kugy dan Keenan. Mereka bertemu sebagai 2 orang yang berjuang untuk mimpi, sekaligus juga untuk cinta yang telah bersemi di hati keduanya.
Tapi, seperti biasa. Penulis enggak akan membiarkan Kugy dan Keenan bersatu begitu saja. Masih ada banyak masalah yang harus mereka selesaikan. Dimulai dari rasa putus asa Keenan begitu tahu jika Kugy sudah memiliki pacar dan rasa patah hati Kugy melihat Keenan dijodohkan dengan Wanda oleh Noni dan Eko.
Sinopsis
Keenan yang mengetahui bahwa Kugy telah memiliki pacar tentu saja merasa patah hati, tetapi itu enggak membuat persahabatan di antara mereka berdua hancur. Noni dan Eko, sepasang manusia yang masih satu geng dengan Kugy dan Keenan, justru berinisiatif untuk menjodohkan Keenan dengan Wanda.
Mereka menilai Wanda cocok untuk Keenan sebab Wanda adalah seorang kurator muda. Keenan tidak memiliki perasaan apa pun dengan Wanda, hanya saja dia merasa cocok dengan gadis itu karena kesukaannya pada seni.
Wanda yang berhasil memasukkan Keenan ke pameran. Wanda pula yang membeli lukisan Keenan dan memberi pemuda itu kepercayaan diri untuk hidup dari melukis. Keenan memutuskan untuk drop out.
Sebenarnya perjuangan mimpi Keenan inilah yang menjadi plot utama dan mempengaruhi jalan cerita perahu kertas secara keseluruhan. Keenan yang berjuang menjadi pelukis sukses mempengaruhi hubungannya dengan Kugy, mempengaruhi hubungan Kugy dengan Noni, bahkan memberi pengaruh pada hubungan Kugy dengan Josh.
Hanya saja, Keenan tidak menyadari efek yang telah dia buat dalam hidup Kugy. Dia justru tenggelam dalam rasa frustasi karena ternyata anggapan bahwa mimpinya telah dekat hanya hasil manipulasi Wanda yang ingin mendapatkan Keenan semata.
Hingga akhirnya hubungan yang telah retak itu mengantarkan Keenan ke Bali dan Kugy lulus kuliah lebih cepat.
Di Bali, Keenan bertemu Luhde dan merasa bahwa Luhde adalah orang yang ia cari. Sementara Kugy bertemu Remi, pangeran di dunia nyata yang menyita perhatiannya.
Keunggulan Buku
Konflik yang dimiliki novel ini sangat kompleks, tapi di sisi lain sangat dekat dengan kehidupan masyarakat kita sehingga tidak asing. Penyelesaian yang dilakukan Dee untuk setiap konfliknya juga sangat baik, tidak terkesan terburu-buru ataupun mengulur-ulur. Semuanya pas dan mengikuti alur yang ada.
Dinamika sosial dan korelasinya dengan kehidupan nyata membuat novel ini cepat nyambung dengan banyak kalangan. Meskipun temanya tampak biasa-biasa saja, tetapi konflik pendukung dan premis yang dibuat Dee terlalu unik untuk diabaikan.
Di sisi lain, karakter Kugy dan Keenan sangat memorable, membuat banyak orang sulit move on dari cerita ini. Kenapa bisa sememoreble itu? karena memang karakter yang dimiliki keduanya sangat kuat.
Dee juga menceritakan semua hal yang terjadi dalam perahu kertas dengan bahasa yang luwes, mengalir, dan ringan. Jadi, meskipun temanya cukup kompleks, tidak membuat orang lain merasa keberatan untuk membaca novel ini sampai selesai.
Kekurangan Buku
Jika ingin mencari kekurangan pada novel ini, maka sangat mungkin bahwa kekurangannya adalah terlalu banyak setting tempat yang dipakai. Setting yang terlalu banyak ini berpotensi membuat pembaca kebingungan membayangkan alur ceritanya.
Penutup
Karakter dan alur yang dituliskan Dee pada Perahu Kertas benar-benar membuat kagum. Ringan, tetapi padat konflik. Membuat para pembaca terhanyut ke dalam cerita dan berakhir dengan terbawa perasaan.
Di sisi lain, karakter yang kuat membuat Perahu Kertas sebagai bahan bacaan remaja terbaik di masanya. Perahu Kertas mampu menjangkau semua kalangan dan sangat direkomendasikan sebagai bacaan ringan untuk kalian semua si Pecinta Baca.

Tugas Individu
  1. Silakan menyusun resensi cerpen di bawah ini.
  2. Susunan (model) resensi seperti pada contoh di atas.
  3. Nomor cerpen yang diresensi sesuai dengan nomor daftar hadir (absensi) di kelas masing-masing.
  4. Resensi ditulis dalam kertas folio.
  5. Dikumpulkan saat mulai pembelajaran aktif kembali.
Cerpen yang Dianalisis
  1. The Secret of Love
  2. Playboy Jatuh Cinta
  3. Indahnya Cinta dan Persahabatan
  4. Noki
  5. Penderitaan Seorang Anak
  6. Liku Pacaran Saat SMA
  7. Asal Usul Pesugihan
  8. Lika Liku Ujian Nasional
  9. Cinta Pertamaku di Putih Biru
  10. Ombak yang Gemuruh
  11. Arti Kebersamaan
  12. Nonton Yuk!
  13. Jendral, Mencuri Itu Enak Ya?
  14. Cinta Surga
  15. Cinta yang Pernah Pergi
  16. Penantian Terbaikku
  17. Sepanjang Jalan Kenangan
  18. Kisah Cinta Monyet
  19. Aku Ingin Seperti Kalian
  20. Tentang Aku Kamu dan Masalah Kita
  21. Perjalanan Cinta di Bawah Rintik Hujan
  22. Liburan di Candi Gedong Songo
  23. Cinta Tak Terbalaskan
  24. Kisah Cintaku Yang Malang
  25. Dara dan Mita
  26. Cinta di Kelas yang Baru
  27. Berawal Dari Keterpaksaan
  28. Apalah Arti Penyesalan
  29. Ksatria Mentari
  30. Mukena Terakhir
  31. Kisah Klasik Sebuah Persahabatan
  32. Cinderella dari Desa
  33. Aku Pasti Bisa Merubahnya
  34. Antara Tugas Ekonomi, Aku, dan Dia
  35. Kisah Cinta di Bumi Perkemahan
  36. Antara Cinta dan Benci
  37. Mulia karena Air Mata
Baca selengkapnya »

Kamis, 25 Juli 2019

Menulis Teks Prosedur

Banyak orang yang mengatakan bahwa menulis itu sulit. Pendapat itu tidak selamanya benar karena hakikatnya menulis adalah sebuah keterampilan. Seseorang akan menjadi lebih terampil (mahir) apabila kegiatan itu sering diulang. Seseorang akan dapat menjadi terampil menulis apabila orang tersebut sering menulis. Sebaliknya, apabila orang tidak pernah menulis maka wajar kalau orang itu mengatakan menulis itu sulit.
Isi tulisan seseorang dapat dikatakan baik apabila tulisan itu dibaca nyaman. Kenyamanan seseorang ketika membaca disebabkan oleh adanya kepaduan makna (koherensi) dan kepaduan bentuk (kohesi). Teks atau wacana yang kohesif berarti setiap unsur lahirnya terpadu secara internal dalam satuan teks tersebut. Tegasnya, setiap komponen teks lahir, misalnya kata aktual yang didengar atau dibaca, saling terhubung dalam rangkaian. Unsur-unsur komponen lahirnya harus saling tergantung. Jadi, kehadiran yang satu serasi dengan kehadiran yang lain baik bentuk maupun distribusinya. Contoh lain dari unsur teks lahir adalah wujud tata bahasanya atau unsur-unsur konvensi lain (kesepakatan terkadang diwujudkan dalam aturan tertulis).
Berikut ada beberapa cara agar tulisan yang kita buat dapat dikategorikan tulisan yang baik.
Mengulang kata atau istilah pada kalimat sebelumnya
Mengulang kata atau istilah dapat mengikat makna antara kalimat satu dengan yang lainnya.
Perhatikan contoh paragraf berikut!
Narkotika, obat-obatan terlarang, dan psikotropika atau yang sering disebut narkoba adalah barang yang berbahasa untuk dikonsumsi seseorang. Seorang pengonsumsi narkoba secara terus menerus dapat mengakibatkan kecanduan.

Menggunakan konjungsi
Kata penghubung atau yang sering disebut konjungsi adalah kata penghubung yang berfungsi menghubungkan kata, frasa, klausa, kalimat, ataupun paragraf. Dilihat dari fungsi konjungsi tersebut maka sudah jelas kojungsi dapat menciptakan koherensi wacana. 
Perhatikan contoh pemakaian konjungsi antarkalimat berikut!
Narkoba sangat berbahaya bagi fisik seseorang. Selain itu narkoba juga berbahaya bagi mental seseorang.

Menggunkan kata ganti
Kata ganti merupakan salah satu jenis kata yang yang berfungsi untuk menggantikan kata benda atau orang tertentu yang tidak disebut secara langsung. Istilah untuk kata ganti disebut sebagai pronomina. Penggunaan kata ganti dimaksudkan agar suatu kalimat disampaikan secara lebih efektif dan tidak bertele-tele.
Perhatikan contoh pemakaian kata ganti berikut!
Jojo, Ginting, dan Ihsan adalah pemain bulutangkis timnas Indonesia. Mereka adalah pemain bulutangkis sektor tunggal putra yang menjadi andalan timnas Indonesia untuk dapat menjuarai setiap pertandingan yang diikuti.

Menggunakan kata tunjuk
Kata tunjuk adalah kata yang dipakai untuk menunjuk atau menandai orang atau benda secara khusus.
Perhatikan penggunaan kata tunjuk berikut!
Pada kenaikan kelas tahun ini Joko tidak naik kelas. Tentu saja hal itu membuat kedua orang tuanya menjadi sedih.
Baca selengkapnya »

Selasa, 23 Juli 2019

Menyusun Prosedur

Teks prosedur adalah suatu teks yang berisi tentang penjelasan cara-cara membuat atau melakukan sesuatu. Suatu teks (bacaan) yang di dalamnya berisi tips, trik, kiat, cara jitu, atau yang semacamnya dapat disebut dengan satu istilah yaitu teks prosedur. Melalui pemahaman terhadap prosedur maka seseorang akam memperoleh gambaran awal sesuatu sehingga kesuksesan dalam merencanakan sesuatu akan telah diperoleh.
Secara lengkap teks prosedur memiliki tiga struktur teks yaitu pernyataan umum, langkah-langkah/tahapan, serta penegasan ulang. Secara umum struktur pernyataan umum teks prosedur sama halnya dengan pernyataan umum yang terdapat pada teks lainnya yang berisi tentang pendahuluan atau pengantar yang dapat berupa penjelasan pengertian, fungsi, ciri-ciri, jenis-jenis, tujuan, serta manfaat. Langkah-langkah/tahapan merupakan inti dari teks prosedur yang pada hakikatnya menjelaskan tahapan atau langkah-langkah untuk membuat atau melakukan sesuatu. Pada bagian-bagian ini penulis dapat merinci secara jelas setiap tahapan yang disertai dengan penjelasan pada setiap tahapan. Adapun struktur penegasan ulang berisi manfaat atau harapan saat langkah-langkah dilakukan secara benar.
Selain struktur teks, yang perlu diperhatikan dalam teks ini adalah kaidah atau aturan kebahasaan yang sering dipakai atau ditemukan dalam teks prosedur. Adapun kaidah bahasa teks prosedur adalah sebagai berikut.
  1. Konjungsi: menyatakan waktu (kegiatan), seperti kemudian, setelah itu, lalu, dan selanjutnya.
  2. Kata kerja imperatif (perintah): kata yang menyatakan perintah, keharusan, atau larangan.
  3. Verba material dan tingkah laku: kata kerja material mengacu pada tindakan fisik, sedangkan verba tingkah laku merupakan tindakan yang dilakukan dengan ungkapan.
  4. Partisipan manusia: memeriksa apakah teks prosedur kompleks yang disunting terdapat partisipan manusia dan partisipan manusianya bukan secara khusus.
Berikut sebuah contoh teks prosedur

Cara Mencuci Pakaian Dengan Benar
Dalam hal ini mencuci pakaian merupakan sebuah rutinitas yang biasa kita lakukan sehari-hari, ini merupakan kegiatan yang mudah dan tampak sepele. Kendati demikian ada banyak hal yang harus kita perhatikan agar pakaian yang dicuci menjadi benar-benar bersih dan tidak rusak akibat kesalahan-kesalahan tertentu.

Berikut ini, kami akan memberikan langkah-langkah tentang bagaimana cara mencuci pakaian dengan menggunakan mesin cuci dengan benar.

Taruh pakaian yang akan dicuci ke dalam mesin cuci, mesin cuci secara umum memiliki dua sisi. Sisi sebelah kiri merupakan bagian yang lebih besar dan digunakan untuk mencuci pakaian anda. Sementara itu, sisi kanan yang mempunyai lubang lebih kecil digunakan untuk mengeringkan pakaian yang telah dicuci.
Pertama, tentu anda harus mencuci terlebih dahulu, masukkan pakaian-pakaian ke dalam sisi sebelah kiri, pastikan tidak ada satupun pakaian yang luntur karena warnanya bisa bercampur antara satu dengan yang lainnya.

Kemudian, anda juga harus memisahkan pakaian yang mudah melar, pakian-pakaian yang mudah melar seperti sweater akan buruk hasilnya apabila dicuci menggunakan mesin. Cara mencuci seperti itu akan menghasilkan pakaian yang benar-benar melar dan sudah barang tentu tak indah lagi dipandang serta tak nyaman dipakai.

Isi air secukupnya, beri air secukupnya pada sisi kiri dimana anda telah memasukkan pakaian tadi. Air secukupnya yang dimaksud ialah air tersebut telah menggelamkan seluruh pakaian. Setelah air dirasa cukup, beri detergen secukupnya dan putar tombol ke arah waktu 10 menit. Nantinya turbin yang ada di dalam mesin cuci akan bergerak memutar dan menggerakkan pakaian anda.
10 menit kemudian, buang air cucian tersebut dengan memutar tombol ke arah “drain”, setelah poembuangan air selesai, anda harus memutar tombol tersebut ke arah semula dan isi kembali air sesuai dengan takaran awal tadi. Putar tombol ke arah 10 menit dan biarkan. Ulangi proses tersebut selama 3 kali dengan tujuan agar pakaian anda bersih dan bebas dari debu atau kotoran yang menempel.

Keringkan Pakaian, buka penutup sisi bagian kanan dan ambil pakaian. Masukkan pakaian ke sisi kanan, tutup rapat dan putar tombol yang ada dibagian atas pengering. Putar hingga ke angka 5, yang berarti prosesnya akan berjalan selama 5 menit. Lakukan proses ini satu kali saja, kemudian jemur pakaian yang telah dikeringkan.

Anda dapat mendownload RPP teks prosedur pada link di bawah ini
Baca selengkapnya »

Kamis, 27 Juli 2017

Menulis Laporan Hasil Observasi

Definisi/Pengertian Teks Laporan Hasil Observasi
Observasi: Pengamatan 
Teks Laporan Hasil Observasi (LHO) adalah teks yang menjelaskan informasi mengenai sesuatu, baik itu hewan, tumbuhan, alam, fenomena sosial, hasil karya manusia, dan/atau fenomena alam sesuai fakta dengan klasifikasi kelas dan subkelas yang ada di dalamnya berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan. 
Singkatnya, teks LHO adalah sebuah teks yang akan memaparkan hasil observasi secara sistematik dan objektif berdasarkan kenyataan/fakta yang ada. Teks jenis ini juga mendeskripsikan mengenai bentuk, ciri, dan/atau sifat umum suatu objek. Objek tersebut dapat berupa manusia, benda, hewan, tumbuhan, atau berbagai peristiwa yang terjadi di dunia ini.

Apa Tujuan Teks Laporan Hasil Observasi?
Tujuan teks LHO adalah untuk menyampaikan informasi tentang klasifikasi mengenai jenis-jenis sesuatu secara apa adanya sesuai kriteria tertentu sebagai hasil pengamatan (secara sistematis dan objektif) serta untuk memecahkan suatu persoalan berupa hipotesis hasil pengamatan. Adapun tujuan lainnya yaitu:
  1. Untuk mengatasi suatu persoalan. 
  2. Untuk menemukan teknik atau cara terbaru. 
  3. Untuk mengambil keputusan yang lebih efektif. 
  4. Untuk melakukan pengawasan dan/atau perbaikan. 
  5. Untuk mengetahui perkembangan suatu permasalahan. 
Apa Fungsi dari Teks Laporan Hasil Observasi? 
  1. Melaporkan tanggung jawab sebuah tugas dan kegiatan pengamatan. 
  2. Sebagai sumber informasi terpercaya. 
  3. Menjelaskan dasar penyusunan kebijaksanaan, keputusan dan/atau pemecahan masalah dalam pengamatan. 
  4. Sarana untuk pendokumentasian.
Apa Bedanya Antara Teks Laporan Hasil Observasi dengan Teks Deskripsi?
Keduanya memang sama-sama menyampaikan informasi sesuai fakta, tapi letak perbedaannya ada pada sifatnya yaitu:
  • Teks Laporan Hasil Observasi: bersifat universal yang di dalamnya ada klasifikasi dan fakta deskripsi. 
  • Teks Deskripsi: bersifat unik dan individual yang di dalamnya ada deskripsi spesifik. 
Struktur Teks Laporan Hasil Observasi dan Penjelasannya
  1. Pernyataan Umum/Klasifikasi Berisi tentang informasi/pengertian mengenai sesuatu yang dibahas atau hasil pengamatan yang telah dilakukan. Bagian ini dapat diartikan juga sebagai pembuka karangan secara umum dengan menjelaskan penggolongan/klasifikasi tentang objek yang hendak dilaporkan, seperti: benda, tumbuhan, lingkungan, organisme, hewan, fenomena sosial, fenomena alam, dan lain sebagainya. Pada bagian ini objek akan diklasifikasi berdasarkan atas persamaan dan/atau perbedaannya. Kemudian kriteria tersebut digunakan untuk membedakan kelas, subkelas dan rincian yang lebih mendetail lagi. 
  2. Paragraf yang terdiri dari anggota/aspek yang dilaporkan. Pada bagian ini, berisi penjelasan secara rinci mengenai informasi yang akan disampaikan berdasarkan hasil pengamatan. Pada bagian ini, akan diuraikan klasifikasi atau penggolongan secara runtut dari kelas yang besar hingga menjadi kelas yang kecil (subkelas). Misalnya penggolongan diikuti rincian dari aspek perilaku, genetik, lingkungan, fungsi, peran, fisik, atau kepribadiannya. 
Ciri-ciri Teks Laporan Hasil Observasi
  1. Ditulis secara lengkap dan sempurna. 
  2. Bersifat objektif, global dan/atau universal. 
  3. Objek yang akan dibicarakan/dibahas adalah objek tunggal. 
  4. Ditulis berdasarkan fakta sesuai dengan pengamatan yang telah dilakukan. 
  5. Informasi teks merupakan hasil penelitian terkini yang sudah terbukti kebenarannya. 
  6. Tidak mengandung prasangka/dugaan/pemihakan yang menyimpang atau tidak tepat. 
  7. Saling berkaitan dengan hubungan berjenjang antara kelas dan subkelas yang terdapat di dalamnya. 
  8. Tidak adanya bagian penutup dari penulis. 
  9. Penulis hanya melaporkan apa yang dilihat dan diketahuinya berdasarkan hasil analisis serta observasinya. 
  10. Menitikberatkan pada pengelompokkan segala sesuatu ke dalam jenis-jenis dengan ciri atau keadaannya secara umum. 
  11. Disajikan secara menarik, baik dalam hal kata, bahasa jelas, isinya berbobot maupun susunannya logis. 
  12. Teks Laporan Hasil Observasi menggambarkan sesuatu secara umum dan sesuai fakta, tanpa adanya opini penulis. 
  13. Teks deskripsi menggambarkan secara khusus (unik dan individual) dan menggunakan sudut pandang penulis. 
Ciri/Kaidah Kebahasaan Teks Laporan Hasil Observasi
  1. Menggunakan frasa nomina yang diikuti penjenis dan pendeskripsi. 
  2. Menggunakan verba relasional, seperti : ialah, merupakan, adalah, yaitu, digolongkan, termasuk, meliputi, terdiri atas, disebut, dan lain-lain (digunakan untuk menyatakan definisi pada istilah teknis atau istilah yang digunakan secara khusus pada bidang tertentu). 
  3. Menggunakan verba aktif alam untuk menjelaskan perilaku, seperti : bertelur, membuat, hidup, makan, tidur, dan sebagainya. 
  4. Menggunakan kata penghubung yang menyatakan : Tambahan: dan, serta Perbedaan: berbeda dengan Persamaan: sebagaimana, seperti halnya, demikian halnya, hal demikian, sebagai, hal yang sama Pertentangan: sedangkan, tetapi, namun, melainkan, sementara itu, padahal berbanding terbalik Pilihan: atau 
  5. Menggunakan paragraf dengan kalimat utama untuk menyusun informasi utama, diikuti rincian aspek yang hendak dilaporkan dalam beberapa paragraf. 
  6. Menggunakan kata keilmuwan atau teknis, seperti : herbivora, degeneratif, osteoporosis, mutualisme, parasitisme, pembuluh vena, leukimia, syndrom, phobia, dan lain-lain. 
Sifat Teks Laporan Hasil Observasi
  • Bersifat Informatif. 
  • Bersifat Komunikatif. 
  • Bersifat Objektif. 
Syarat/Kriteria Teks Laporan Hasil Observasi yang Ideal, Baik, dan Benar
  1. Memiliki susunan struktur teks yang urut dan lengkap. 
  2. Dalam struktur teks tidak memiliki kesimpulan/penutup. 
  3. Di dalam teks tidak ada opini dari penulis. 
  4. Teks menjelaskan sebuah informasi yang benar adanya (sesuai fakta). 
Langkah Memproduksi/Menyusun Teks Laporan Hasil Observasi
  1. Membuat judul laporan sesuai dengan pengamatan yang telah dilakukan. 
  2. Membuat kerangka teks dengan menitikberatkan pembuatan gagasan utama sesuai dengan hasil pengamatan. 
  3. Menyusun teks berdasarkan gagasan utama yang telah dibuat, diawali dengan paragraf pernyataan umum lalu ke bagian isi (anggota/aspek yang dilaporkan). Jadi, setelah membuat klasifikasi secara umum, langkah selanjutnya adalah menjabarkan klasifikasi tersebut berdasarkan hasil pengamatan (jika belum maksud, sobat bisa lihat contoh teks LHO di bawah). 
  4. Meneliti kembali hasil penulisan teks, jika terdapat kalimat janggal atau terdapat kesalahan penulisan, segera perbaiki kembali.
Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Lingkungan 1
SMPN 28 Bandar Lampung
Peryataan Umum
SMPN 28 Bandar Lampung merupakan sekolah menengah yang terletak di jalan Bukit Kemiling Permai kelurahan Kemiling Permai kecamatan Kemiling kelurahan Kemiling Permai Bandar Lampung. Dalam area lingkungan SMPN 28 Bandar lampung terdiri dari 2 jenis lingkungan. Diantaranya yakni lingkungan hidup / benda hidup (biotik) dan lingkungan tidak hidup / benda mati (abiotik). Lingkungan benda hidup terdiri dari tanaman-tanaman hias dan pohon-pohon besar. Sedangkan lingkungan benda mati terdiri atas peralatan belajar, gedung sekolah, dan property sekolah.
Anggota / Aspek yang Dilaporkan
Lingkungan benda hidup mulai dari halaman depan sekolah dan taman-taman kecil di depan kelas ditumbuhi dengan rumput hijau serta tanaman-tanaman hias. Tanaman hias juga terdapat di ruang guru, ruang kepala sekolah, dan ruang-ruang kelas siswa.Tanaman hias di lingkungan SMPN 28 Bandar Lampung beragam jenisnya diantaranya yakni bunga mawar, bunga anggrek, bunga lily, bunga Bougenville, bunga Asoka, bunga Kembang sepatu, bunga kemuning, bunga kenanga, bunga Alamanda, dan bunga amarilis.
Dari jenis pepohonan yang ada di lingkungan SMPN 28 Bandar Lampung diantaranya yakni pohon mangga, pohon bambu jepang berukuran kecil, bambu kuning, beringin, beringin karet, beringin putih, pohon cemara, pohon asam jawa, dan pohon jeruk. Di halaman belakang ruang kelas terdapat sisa pekarangan kecil yang dimanfaatkan untuk menanam beberapa tumbuhan perkebunan seperti pohon singkong dan jagung. Selain digunakan untuk keperluan praktikum Biologi, hasilnya juga bisa dikonsumsi bersama-sama pada saat kegiatan eskul seperti pramuka dan lain-lain. Di sebelah kebun terdapat kolam kecil berisikan ikan mas dan gurame. Ada juga kandang kecil tempat memelihara kelinci dan marmut. Berikutnya lingkungan benda mati berupa gedung sekolah yang terdiri dari ruang guru, ruang Tata Usaha, ruang kelas siswa, perpustakaan,mushala, ruang UKS, koperasi, gedung serba guna, gudang, dan kamar mardi. Selanjutnya peralatan sekolah seperti meja, kusi, papan tulis, lemari buku, penggaris besar, globe, layar LCD proyektor, dan lain-lain.
Berikutnya ada juga peralatan olah raga seperti bola basket, bola tenis, bola voli, jaring voli, jaring bulu tangkis, jaring tenis meja, dan jaring tenis bola. Lapangan terdiri dari lapangan upacara, lapangan voli, lapangan basket, dan lapangan tenis. Ada juga kolam renang kecil untuk praktek berenang.
Demikian hasil laporan observasi tentang lingkungan SMPN 28 Bandar Lampung berkenaan dengan jenis lingkungan yang ada di sekolah berupa lingkungan benda hidup dan lingkungan benda mati. Keduanya merupakan kesatuan yang menjadikan sekolah kami asri dan harmoni. Agar keduanya tetap terjaga dan dapat dirasakan kebermanfaatannya perlu adanya keseriusan dan kesadaran untuk bersama-sama menjaga dan merawatnya.

Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Lingkungan 2
Jenis-jenis Minuman
Peryataan Umum
Minuman adalah segala sesuatu yang dapat di konsumsi dan dapat menghilangkan rasa haus, biasanya berbentuk cair. Minuman dapat dibedakan berdasarkan khasiatnya sebagai obat atau tidak, penggunaan pewarna, dan produksi yang menghasilkan minuman tersebut.
Anggota / Aspek yang Dilaporkan
Minuman ada yang berkhasiat bagi tubuh, ada juga yang hanya sebagai penghilang rasa haus. Minuman yang berkhasiat bagi tubuh dapat dibuat sendiri, bisa dibuat dari sayuran dan buah – buahan yang di blender dan menghasilkan jus. Jus banyak mengandung vitamin dan serat yang baik untuk kesehatan, dan bermanfaat bagi daya tahan tubuh. Minuman yang hanya menghilangkan rasa haus juga banyak beredar, seperti air putih dalam kemasan yang diminum dalam keadaan haus atau minuman kemasan yang tidak mengandung vitamin dan serat.
Minuman banyak warnanya, pewarna yang digunakan ada yang alami ada juga yang buatan. Pewarna alami adalah pewarna yang mengandalkan bahan – bahan yang tersedia di alam, seperti kunyit yang menghasilkan warna kuning. Biasanya digunakan untuk minuman yang berkhasiat bagi tubuh, contohnya digunakan pada jamu. Pewarna buatan adalah pewarna yang terbuat dari bahan kimia ataupun bahan alami yang diproses secara kimiawi, seperti pewarna tartrazin yang menghasilkan warna kuning. Biasanya digunakan untuk minuman yang di produksi secara massal di pabrik, contohnya minuman – minuman yang di jual di supermarket.
Minuman yang beredar, ada yang di produksi secara massal di pabrik ada juga yang di buat di industri rumahan. Minuman produksi pabrik jika dilihat dari tampilannya, kemasan yang digunakan lebih menarik, terdapat nama pabrik dan kode produksinya, terdapat tanggal kadaluarsa, dan terdapat bar kode untuk penjualan di supermarket. Sedangkan minuman produksi rumahan, kemasan yang digunakan sederhana, tidak ada bar kode yang digunakan untuk penjualan di supermarket, dan jarang mencantumkan tanggal kadaluarsa pada kemasannya.

Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Lingkungan 3
Sekolah
Pernyataan Umum
Sekolah merupakan lingkungan baru bagi anak. Tempat bertemunya ratusan anak dari berbagai kalangan dan latar belakang yang berbeda, baik status sosial maupun agamanya. Di sekolah inilah anak akan terwarnai oleh berbagai corak pendidikan, kepribadian dan kebiasaan, yang dibawa masing-masing anak dari lingkungan dan kondisi rumah tangga yang berbeda.
Anggota / Aspek yang Dilaporkan
Seorang pengajar adalah merupakan figur dan tokoh yang menjadi panutan anak-anak dalam mengambil semua nilai dan pemikiran memilah antara yang baik dengan yang buruk. Karena anak-anak memandang, guru adalah sosok yang disanjung, didengar, dan ditiru, sehingga pengaruh guru sangat besar terhadap kepribadian dan pemikiran anak. Oleh sebab itu, seorang pengajar harus membekali diri dengan ilmu dîn (agama) yang Shahîh sesuai dengan pemahaman Salafush-Shalih dan akhlak yang mulia, serta rasa sayang kepada anak didik. McDonald mengemukakan sebagai berikut “Sekolah adalah lingkungan yang khusus untuk mengubah tingkah laku secara menetap dalam hubungan dengan seluruh perkembangan pribadinya sebagai masyarakat.”
Seorang pendidik sangat berpengaruh terhadap perkembangan kepribadian seorang anak. pendidik yang memberikan pandangan hidup yang keliru terhadap anak akan memberikan dampak atau pengaruh buruk terhadap perkembangan kepribadian anak tersebut.

Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Lingkungan 4
Kebersihan Lingkungan Kompleks Perumahan
Peryataan Umum
Kebersihan lingkungan merupakan aspek yang tidak terpisahkan dari ehidupan manusia. Kebersihan lingkungan menciptakan lingkungan yang sehat sehingga tidak mudah terserang berbagai penyakit.
Anggota / Aspek yang Dilaporkan
Kondisi kebersihan lingkungan di Perumahan Cendana sangat baik. Selokan terpelihara dengan baik dan tidak mampat/ tersumbat. Tempat pembuangan sampah pun sudah ada di tiap depan rumah warga. Tempat pembuangan sampah berupa tong besar atau drum. Kondisinya juga terawat sehingga tidak menimbulkan bau tidak sedap. Petugas kebersihan mengambil sampah setiap tiga hari sekali. Selain itu, setiap satu bulan sekali warga Perumahan Cendana melakukan kerja bakti membersihkan selokan dan rumput-rumput liar di sekitar perumahan.
Kebersihan lingkungan tidak sulit untuk diterapkan apabila kita membiasakan pola hidup bersih dan sehat. Budaya hidup yang bersih dan sehat akan mendatangkan banyak manfaat bagi manusia. Kita dapat menjalankan aktivitas hidup yang sehat, produktif, dan pada gilirannya menggapai kesuksesan.

Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Lingkungan 5
Manfaat Pupuk Kandang
Peryataan Umum
Pupuk kandang merupakan pupuk yang paling mudah didapatkan. Pupuk kandang ini bisa didapatkan dari kotoran hewan ternak seperti ayam, kambing, kelinci, marmot, atau sapi. Pupuk kandang selain mudah didapat dan murah juga ternyata lebih bagus dibandingkan dengan pupuk kimia.
Anggota / Aspek yang Dilaporkan
Tanaman yang dipupuk dengan menggunakan pupuk kandang ternyata lebih kuat terhadap penyakit dan subur. Daun dan bunga pada tanaman yang dipupuk dengan menggunakan pupuk kandang lebih banyak. Tanaman pun terlihat kuat dan sehat. Sedangkan tanaman yang dipupuk dengan pupuk kimia memiliki daun dan bunga yang lebih sedikit. Pupuk kandang ternyata mampu menjaga unsur keseimbangan unsur hara dalam tanah sehingga tanaman tetap mendapatkan nutrisi secara seimbang. Berbeda dengan pupuk kimia yang bisa membuat tanah menjadi rusak.

Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Lingkungan 6
Narkoba Menyerang Generasi Bangsa
Peryataan Umum
Narkoba merupakan bahan berbahaya yang jika disalah gunakan akan mengakibatkan ketergantungan pada pemakainya dan pada akhirnya akan membawa pada kematian jika dikonsumsi secara terus menerus. Latar belakang pengguna narkoba saat ini sangat banyak sekali, mulai untuk menghilangkan masalah, pergaulan, serta banyak hal lain yang melatar belakangi para pengguna narkoba.
Anggota / Aspek yang Dilaporkan
Saat ini target para pengedar adalah kalangan remaja antara 15 - 25 tahun yang masih sangat mudah untuk ikut-ikutan karena kejiwaannya masih labil dan massih mudah terpengaruh teman-teman pergaulannya. Kita semua tahu bahwa anak-anak remaja pada usia tersebut adalah bunga bangsa yang baru merekah yang sangat dinanti-nantikan untuk meneruskan bangsa Indonesia kelak untuk menjadi negara yang lebih sejahtera lagi. Saat ini terdapat 4 juta orang di Indonesia yang menggunakan atau menyalah gunakan narkoba dan dari jumlah tersebut, sebanyak 22 % adalah remaja dalam rentang usia tersebut.
Pada umumnya pengguna narkoba yang berusia remaja banyak yang mengkonsumsi ganja dan prikotropika seperti Sedatin (Pil BK), Rohypnol, dan Megadon. Semua barang haram tersebut sangat berbahaya jika dikonsumsi secara terus menerus karena akan mengakibatkan ketergantungan. Apa lagi jika pengkonsumsi narkoba adalah kalangan menengah kebawah yang kondisi ekonominya sulit karena jika sudah tak mempunyai uang maka pengguna akan melakukan tindak kriminal demi mendapatkan uang untuk mendapatkan barang tersebut. Hal ini sungguh memprihatinkan sekali.
Berdasarkan survei BNN tahun lalu menyatakan bahwa, perkembangan pengguna dan pengedar gelap narkoba pada pelajar dan mahasiswa. Hasil penelitian pada 17 propinsi di Indonesia, ditemukan 2,6 persen siswa SLTP pernah menggunakan narkoba, dan 4,7 persen pelajar SMA tercatat pernah menggunakan barang haram itu. Sementara untuk perguruan tinggi terdapat 7,7 persen yang pernah menggunakan narkoba. Namun mulai tahun lalu pemerintah bersama instansi-instansi terkait bertekad menekan angka penggunaan narkoba pada pelajar hingga ke angka 0 %. Namun upaya tersebut pasti membutuhkan kerja keras. Saat ini saja pemerintah telah menggandeng 59 kampus di Jakarta untuk melakukan pengawasan pada pengedar dan penyalahguna narkotika. Namun peran keluarga juga sangat dibutuhkan demi menangkal serangan narkoba pada anak-anak remaja. Pendidikan agama serta kedekatan anak dengan orang tua dirasa mampu untuk mengurangi resiko anak terkena teror narkoba ini.
Penelitian dan pengamatan ini bertujuan untuk memberikan data dan fakta yang terjadi secara global di Indonesia tentang ancaman narkoba pada generasi bangsa yang sangat di harapkan membawa bangsa ini pada tempat yang lebih layak dengan rakyat yang sejahtera. Maka dari itu diperlukan peran berbagai pihak agar menghindari sanak saudara dari bahaya narkoba dan jika sudah menjadi pecandu narkoba diharapkan pihak terdekat baik keluarga maupun kerabat dapat membawanya ke panti rehabilitasi narkoba agar tingkat ketergantungan dapat dikurangi. Dengan cara-cara tersebut dalam kurun waktu 5-10 tahun kedepan diyakini pengguna narkoba akan menurun drastis terutama pada kalangan remaja.
Baca selengkapnya »

 
Powered by Blogger